Thursday, January 30, 2014

MENGAPA ISTRI MUDAH MARAH SETELAH PUNYA ANAK

Jangan ragukan berapa besar rasa cinta para istri pada suami mereka, meski begitu tetap saja para istri sering merasa kesal dan marah pada suami mereka setelah memiliki anak. Rasa marah, kecewa, frustasi, kerap dirasakan para ibu pada suami mereka setelah kehadiran anak. Kebanyakan ibu mengaku kesal karena menganggap suami kurang membantu dalam pengasuhan anak. Dalam sebuah survei online yang dilakukan terhadap lebih dari 1.000 ibu terungkap sebagian besar wanita mengaku sering merasa marah pada suami mereka.

Ada yang marah beberapa kali dalam seminggu, ada pula yang marah hampir setiap hari! 

"Saya mencintai suami saya, tetapi punya anak telah mengubah hidup saya, membuat saya kehabisan energi, tapi suami seolah tidak terlalu peduli dan membantu," ungkap para ibu yang disurvei itu.

Alasan utama yang kerap membuat para ibu kesal adalah karena suami mereka tidak memahami kebutuhan dasar anak-anak. Misalnya, di rumah para ayah kerap bersantai-santai menonton televisi dan tidak mendengar rengekan anaknya yang ingin mengajak main di luar. Selain itu para ibu ini juga kesal karena para suami tidak bisa melakukan beberapa tugas pada satu waktu seperti halnya yang dilakukan para wanita.

Sebanyak 33 persen ibu yang disurvei mengatakan, sumber kemarahan mereka adalah karena para suami kurang peduli pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Kemarahan ini dirasakan paling besar pada ibu yang memiliki anak lebih dari dua orang. Sepertiga para ibu juga mengeluh rutinitas hidup mereka berubah banyak setelah memiliki anak. Namun hal itu tidak terjadi pada suami mereka. Para ayah ini tetap bisa melakukan hobi mereka, sementara para ibu harus lebih banyak tinggal di rumah untuk mengasuh anak.

Merusak kesehatan

Kemarahan, meski kecil, menurut pakar sosiologi Pepper Schwartz, bersifat korosif dalam pernikahan. "Ini seperti rayap yang akan berkembang biak menjadi sangat banyak. Jika rayap itu tak disingkirkan, suatu hari nanti tiang penyangga rumah tangga juga bisa lapuk," katanya. Rasa marah juga bisa meledak kapan saja. Jangan heran jika Anda merasa sangat marah pada suami hanya karena ia lupa mematikan lampu kamar mandi. "Itu merupakan bentuk dari rasa marah yang selama ini sedikit-sedikit dirasakan," katanya.

Menyimpan marah juga buruk bagi kesehatan. Saat kita marah, tubuh akan dibanjiri adrenalin. Jika ini sering terjadi, tubuh akan kehilangan kemampuan memproduksi hormon yang menahan efek buruk adrenalin. Dalam jangka panjang hal ini bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, mengganggu ginjal dan liver, dan membuat kita rentan depresi. 

Salah satu cara untuk melepaskan kemarahan adalah dengan bercerita dengan orang lain. Bisa dengan teman yang juga sudah menjadi ibu, dengan orangtua, dan tentunya dengan suami sendiri. Ungkapkan apa yang menjadi keberatan dan harapan Anda. Sampaikan secara detil sehingga suami mengerti keinginan Anda.


Happy New Year 2565 IMLEK

Thursday, September 19, 2013

20 Gejala Alergi yang Salah Dipersepsikan

Selama ini bila anak atau orang dewasa mengalami berbagai gangguan tidak menyadari bahwa gangguan tersebut ternyata diakibatkan oleh alergi makanan. Berbagai gangguan tersebut sering disalah persepsikan oleh masyarakat bahkan oleh sebagian dokter. Seringkali berbagai gangguan tersebut dikira hal lain sehingga seringkali penderita alergi makanan mengalami overdiagnosis dan overtreatment. Faktanya, gangguan tersebut akan hilang timbul bersamaan dengan hilang timbulnya tanda dan gejala alergi lainnya.

Beberapa ahli alergi berpendapat bahwa 30-50 persen secara genetik manusia mempunyai predisposisi untuk berkembang menjadi alergi. Dengan kata lain, mempunyai antibodi Imunoglobulin E terhadap lingkungan penyebab alergi. Sejauh ini, banyak orang tidak mengetahui bahwa keluhan yang dia alami itu adalah gejala alergi.  Resource (Marketing Research) Limited melakukan penelitian di Inggris bagian selatan tahun 2000. Dilaporkan, lebih dari 50 persen orang dewasa menderita alergi makanan. Sekitar 70 persen penderita  alergi baru mengetahui kalau ia mengalami alergi setelah lebih dari 7 tahun. Sekitar 50 persen orang dewasa mengetahui penyebab gejala alergi setelah 5 tahun, bahkan terdapat 22 persen baru mengetahui setelah lebih 15 tahun mengalami gangguan alergi. Sebanyak 80 persen penderita alergi mengalami gejala seumur hidupnya.

Kontroversi

Penderita alergi makanan pada anak tidak jarang mengalami "overtreatment" dan "overdiagnosis" . Dimana, pengobatan dan diagnosis yang diberikan  berlebihan yang tak sesuai dengan kondisi penyakit yang sebenarnya. Hal tersebut dapat terjadi karena penyakit alergi hampir mirip dengan penyakit infeksi lainnya. Cukup sering terjadi penderita asma dan alergi mendapatkan terapi tuberkulosis (TBC) paru selama  6 bulan atau lebih. Penderita alergi juga sering dianggap sebagai penyakit infeksi lainnya sehingga sering terjadi pemberian obat-obatan antibiotika yang tidak diperlukan. Lebih tragis, penderita alergi relatif sering mengalami tindakan operasi bedah seperti operasi usus buntu (like apendicitis), operasi pengambilan amandel (tonsilektomi), operasi sinusitis, operasi pembuntuan saluran air mata.

Mungkin bila sedikit cermat dalam mengamati dan mendiagnosis alergi tersebut sejak dini, risiko yang cukup banyak mengganggu tersebut dapat dicegah. Penderita alergi yang tidak terkendali, biasanya sering berganti-ganti dokter, dilakukan pemeriksaan bermacam-macam dan mengkonsumsi berbagai macam obat terus menerus. Pemberian obat yang berlangsung lama dan terus menerus tersebut kadang malah menimbulkan masalah kesehatan baru. Pemberian obat anti alergi dan pencegahan secara terus menerus menunjukkan kegagalan dalam mendeteksi dan mencegah penyebab alergi. Dalam beberapa puluh tahun lamanya mungkin sering dihadapi masyarakat pada umumnya, masih sering terjadi kontroversi tentang penyakit alergi.

Seorang penderita alergi makanan mendapat advis dari seorang dokter untuk menghindari makanan tertentu untuk mengurangi keluhan penyakitnya. Tetapi dokter lainnya mengatakan tidak perlu menghindari makanan tersebut, karena makanan tidak berhubungan dengan penyakitnya. Sebagian dokter berpendapat, bahwa gejala alergi jarang ditemukan, alergi hanya berkaitan dengan sedikit penyakit dan sangat jarang menyangkut bahan makanan. Makanan yang diakui sebagai penyebab alergi masih sangat terbatas misalnya gluten susu dan ikan. Sedangkan kubu dokter lain berpendapat alergi sangat umum dan bersembunyi dibalik berbagai kelainan yang hingga sekarang tak dapat disembuhkan, seperti radang sendi (artritis), eksim (dermatitis atau alergi kulit), migren (sakit kepala sebelah).

Mereka ingin mengungkapkan bahwa seluruh permasalahan kesehatan dapat dicetuskan dan disembuhkan dengan penanganan alergi. Timbul pendapat bahwa penyebab alergi makanan tidak dibatasi, semua jenis makanan atau minuman dapat dianggap sebagai penyebab alergi. Bahkan bahan bukan makanan dapat menyebabkan alergi seperti semprotan rambut, uap obat nyamuk, uap bensin, plastik dan semua bahan kimia yang potensial mengganggu dalam lingkungan kita. Penyebab alergi lainnya yang sudah lama diyakini dan tidak disangsikan lagi adalah debu, kutu, bulu binatang, serbuk sari atau bulu unggas lainnya.

Suasana perbedaan pendapat tersebut jauh dari suasana kekeluargaan. Ungkapan dari berbagai pihak seperti "tak terbukti", "berbahaya", "orientasi obat", "berpikiran sempit", "tidak ilmiah" atau "tidak kompeten" secara tak sadar secara langsung diterima oleh pasien. Jika para pakar medis sudah berbeda pendapat secara tajam, maka orang awam menjadi bingung karena pendapat berbagai dokter berlainan. Dalam menghadapi kontroversi ini tidak heran bila masyarakat semakin bingung tak tahu harus minta bantuan kemana.Tanda dan Gejala Alergi Makanan  yang Dianggap Hal Lain

1.  COLIC ATAU MALAM REWEL : Sering disalah artikan anak haus terus, minta minum, kurang susu atau bau tangan. Padahal hal itu sering terjadi pada penderita alergi dengan gangguan saluran cerna yang mengalami rasa tidak enak di perut.

2.   BERAK DARAH PADA BAYI : Sering dianggap infeksi bakteri, atau infeksi amuba,

3.   MATA BELEKAN PADA BAYI (ALLERGY NEONATAL OPTHALMICA) : Sering dianggap infeksi padahal hanya terjadi sumbatan atau inflamasi di saluran duktus nasolakrimalis atau salkuran penghubung hidung dan mata.

4.   BADAN SULIT NAIK DAN BATUK LAMA :  Sering dianggap karena anak terlalu lincah atapun tidak bisa diam, padahal kulitas makan anak tidak konsisten dalam jangka panjang karena gangguan saluran cerna pada penderita alergi. Sering dikira penyakit TBC atau awam mengenal dengan flek paru padahal anak tidak mengalaminya

5.   SULIT MAKAN ATAU SULIT MINUM SUSU: Dianggap karena bosan susu atau bosan makanan, Padahal pada penderita alergi khususnya gangguan saluran cerna sering mengalami nafsu makan yang terganggu.

6.  BAB SERING (Usia < 1 Bulan > 4kali, > 1 bulan 3 kali lebih perhari): Sering dianggap kekenyangan atau banyak makan. Sering dianggap wajar karena minum ASI padahal banyak anak minum ASI tidak mengalami hal demikian.

7.  MUDAH MUAL ATAU MUNTAH SAAT MAKAN, BERLARI, MENANGIS ATAU NAIK KENDARAAN: Selama ini dianggap karena lambung terlalu kecil, klepnya terganggu, kekenyangan, atau mabuk kendaraan. Padahal anak mengalami gastroesephageal refluks yang sering terjadi pada penderita alergi

8.   SULIT BAB : Sering dianggap kurang minum air putih, kurang sayur atau kurang buah. Padahal bayi kurang usia 6 bulan tidak pernah minum air putih tidak makan sayur dan tidak makan buah tidak masalah,. Justru baysi setelah makanan tambahan usia 6 bulan gangguan sulit buang air besar semakin sering terjadi.  Pada bayi baru lahir sering dianggap penyakit Hirschprung, pada bayi sering dianggap wajar karena minum ASI. Faktanya kita sering mendengar pengalaman para ibu kalau tidak cocok susu formula akan mengalami sulit berak. Ternyata hal itu jyga terjadi bila alergi dengan makanan tertentu.

9.   ALERGI KULIT: Sering disalahartikan karena debu, air kotor, minyak telon, biang keringat, serangga atau alergi sabun. Faktanya penderita alergi kulit saat terkena flu, demam batuk atau pilek akan mengalami kemerahan di punggung dan sebgian kecil dada. Pada saat itu pemberian minyak telon atau kayu putih dibagian perut tidak mengalami masalah.

10.   NAPAS GROK-GROK PADA BAYI (HIPERSEKRESI BRONKUS): Sering dianggap karena penyedotan lendir saat setelah melahirkan kurang bersih atau alergi dingin. Faktanya  hal itu terjadi karena pada penderita alergi tertentu sering mengalkami produksi lendir yang berlebiuhan atau hipersekresi bronkus.

11.    KULIT BINTIL MERAH DAN KERAK KEPALA: Dianggap sebegai penyakit saraf oleh masyarakat tradisional.

12.    ALERGI KULIT DI PIPI DAN SEKITAR MULUT: Sering dianggap terciprat ASI atau saat sehabis makan tidak dibersihkan dengan lap.

13.    MATA BINTITAN (HORDEOLUM) : Sering dianggap karena infeksi, sehingga banyak kasus diberi obat tetes antibiotika dan antibiotika minum dalam jangka panjang tiak membaik. sam[pai harus dilakukan operasi. Faktanya saat alergi dikendalikan ternyata gangguan tersebut dapat membaik sendiri.

14.    NYERI PERUT: Orang tua sering menganggap pura-pura, karena gangguan tersebut hanya sebentar hilang timbul tanpa pengobatan. dalam keadaan nyeri berat yang dipicu infeksi kadang seorang dokter yang ahlipun sering terkecok dianggap gangguan usus buntu padahal bukan. Hal ditunjukkan  oleh sebuah penelitian di University of Washington menunjukkan 16 persen operasi pemotongan usus buntu dilakukan pada pasien yang sebetulnya tidak membutuhkan.Faktanya ternyata penderita alergi khsusnya hipersensitif saluran cerna sering mengalami gejala tersebut saat terjadi asupan makanan tertentu atau saat mengalmi infeksi virus pada tubuhnya.

15.    GANGGUAN TIDUR MALAM : Sering dianggap karena terlalu capai bermain saat siang hari atau dianggap karena haus. Faktanya terdapat gangguan yang bernama Insomnia Alergi makanan.  Ini adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan kualitas tidur yang disebabkan akibat manifestasi atau respon karena alergi makanan.

16.    MATA GATAL SERING DIGOSOK: Sering dianggap karena mengantuk. Faktanya penderita alergi khususnya sensitf pada kulit sering mengalami gatal pada mata atau telinga.

17.    KAKI DAN TANGAN BINTIK MERAH : Sering dianggap digigit nyamuk ataunserangga, padahal di sebuah rumah yang ditinggali banyak orang tidak semua mengalami hal demikian padahal kondisi nyamuknya sama. Karena kondisi seperti itu maka orang awam sering menganggapnya darah manis, karena nyamuknya pilih-pilih orang yang darahnya manis. Padahal penyakit darah manis adalah penyakit yang berbeda.

18.    HIDUNG BERDARAH: Sering dianggap karena terlalu lelah atau karena kepanasan. Faktanya penelitian yanmg telah dilakukan di University of Maryland Medical Center, Amerika Serikat, memaparkan perdarahan hidung sering dialami oleh penderita alergi

19.    KAKI DAN TANGAN PEGAL DAN NYERI MINTA DIPIJAT: Selama ini sering dikira terlalu lelah bermain atau berolah raga. Peneliti menduga pada penderita alergi terdapat pengeluaran zat mesothalamic pada sistem persarafan dan tulang yang mengakibatkan gangguan nyeri pada otot dan tulang.

 20.   PADA ANAK PADA TULANG KERING DI KAKI SERING LEBAM PADA DEWASA TIMBUL DI LENGAN DAN PAHA: Sering dianggap terbentur atau terlalu lelah. Faktanya banyak p[enelitisan menyebutkan pada penderita alergi sering terjadi pemcahan pembuluh darah kecil atau sering disebut vaskulitis.

Ternyata berbagai gangguan tersebut akan muncul disertai gangguan saluran cerna dan gangguan alergi lainnya. Saat dilakukan intervensi penanganan alergi  ternyata berbagai gangguan tersebut akan membaik sendiri tanpa operasi dan tanpa obat-obatan antibiotika.

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2013/04/21/21145463/20.Gejala.Alergi.yang.Salah.Dipersepsikan

Wednesday, May 8, 2013

Taman Nasional Baluran Jawa Timur



Baluran, Pergulatan "Africa van Java" di Timur Jawa
Mentari beranjak tinggi saat Hendri Reskyono (49) dan sejumlah polisi hutan menyusup ke rerimbunan hutan akasia di kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Sepatu bot dan golok tebas melengkapi perjalanan mereka.
Tak lama kemudian, "Braaak...!" Sebatang pohon berdiameter sekitar 20 sentimeter pun tumbang. Aksi penebangan ini bukan perusakan lingkungan. Itu bagian dari aksi menyelamatkan ekosistem savana di Baluran yang terus tergusur akibat masifnya pertumbuhan akasia (Acacia nilotica).
"Supaya tidak tumbuh lagi, bekas tebangan pohon akasia ini harus dilumuri cairan herbisida," ujar Hendri, Rabu (17/4/2013).
Apa yang dilakukan polisi hutan ini adalah bagian dari upaya mempertahankan jati diri Baluran. Sebagai salah satu taman nasional tertua di Indonesia, Baluran lekat dengan julukan "Africa van Java".
Hamparan savana, satwa liar, dan sengatan mataharinya yang terik, membuat pesonanya bak alam liar Afrika. "Suhu saat musim kemarau bisa 40 derajat celsius," kata Kepala Taman Nasional Baluran Emy Endah Suwarni.
Berjarak 253 kilometer dari Surabaya, Taman Nasional (TN) Baluran cukup mudah dijangkau karena terletak di tepi jalur pantai utara Jawa Timur. Letaknya di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, berbatasan dengan Banyuwangi.
Dari luas TN Baluran yang mencapai 25.000 hektar, awalnya sekitar 10.000 hektar di antaranya berupa savana yang terbentang di berbagai penjuru taman nasional. Savana menjadi habitat banteng jawa (Bos javanicus), rusa timor (Cervus timorensis), hingga kerbau liar (Bubalus bubalis).
Salah satu savana terbesar di Baluran adalah savana Bekol, seluas 300 hektar. Dari pintu gerbang taman nasional, pengunjung hanya perlu menempuh jarak 12 kilometer untuk masuk ke Bekol. Gunung Baluran setinggi 1.247 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjulang kokoh di hadapan savana ini.
Namun, savana di Baluran, termasuk Bekol, kini terancam oleh ekspansi akasia. Pesatnya pertumbuhan akasia di Baluran berawal ketika seringnya kebakaran melanda Baluran pada akhir tahun 1960-an. Pihak TN Baluran kemudian berinisiatif menanam akasia yang berfungsi sebagai sekat bakar untuk mencegah api menjalar.
Akasia yang tumbuh berjajar mengelilingi savana berhasil menjadi sekat bakar yang efektif. Namun, tanaman yang semula kawan ini menjelma menjadi gulma karena pertumbuhannya invasif dan tak terkendali. Tak hanya api yang diredam, savana pun turut dihabisi.
Luas savana yang semula 10.000 hektar kini tinggal 3.000 hektar. Khusus savana Bekol yang awalnya seluas 500 hektar menyusut menjadi 300 hektar. Penyusutan savana ini diikuti berkurangnya populasi hewan, terutama banteng jawa.
Berdasarkan sensus satwa TN Baluran tahun 1996, populasi banteng jawa mencapai 338 ekor. Namun, sensus tahun 2012 menyebutkan jumlahnya tinggal 26 ekor. "Menyusutnya savana membuat sumber air dan pakan bagi banteng makin terbatas," ucap Emy yang belum pernah melihat langsung banteng jawa.
Tahun 1986, pengunjung dan petugas dapat dengan mudah menemukan kerumunan banteng dari atas menara pandang. Namun, saat ini, banteng sangat sulit ditemui.
Daya tarik wisata
Meski berpacu dengan waktu menghadapi dahsyatnya akasia, Baluran tetap menjadi magnet bagi pengunjung. Hal ini terlihat dari peningkatan angka kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Jumlah pengunjung tahun 2010 sebanyak 15.188 orang, kemudian melonjak menjadi 28.851 orang pada 2011 dan 32.674 orang pada 2012.
Nama Baluran bahkan telah mendunia. Turis asing pun silih berganti mendatangi tempat ini. Contohnyai Jack (39) dan Imagine (39), pasangan kekasih dari London, Inggris, yang singgah ke Baluran dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Bali. "Kami ingin lihat binatang liar dan savana. Ternyata sangat menyenangkan," kata Jack.
"Serasa di alam liar. Itu baru saja lihat rusa saat safari malam," ujar Berbudi Bintang Pratama (17), siswa kelas XI SMA Madania Bogor, Jawa Barat. Bintang bersama 48 siswa jurusan Biologi SMA Madania mengunjungi Baluran dalam rangka studi lapangan.
Seorang polisi hutan, Siswanto, mengatakan, tidak setiap saat satwa liar di Baluran dapat dengan mudah ditemui. Untuk itu, pihak taman nasional sengaja membuat kubangan sebagai tempat minum satwa sehingga mereka berkumpul.
Binatang buas, seperti macan tutul dan kucing bakau, sebenarnya masih ada meski sulit sekali ditemui. Jauh sebelum ditetapkan sebagai taman nasional pada 1982, kawasan ini terkenal dengan binatang buas yang berkeliaran di padang ilalang.
Penjelajah Inggris, John Joseph Stockdale, dalam buku Island of Java menuliskan, jalan dari Ketapang, Banyuwangi, menuju Panarukan tahun 1805 pada kedua sisinya diapit oleh ilalang yang rapat. Dalam perjalanannya, dia melewati gurun, padang rumput, dan sungai. Jejak harimau pun mudah ditemui.
Sebagai areal yang dilindungi, Baluran terbagi atas tujuh zona, yakni zona inti seluas 6.920 hektar, zona rimba (12.604 hektar), zona perlindungan bahari (1.174 hektar), zona pemanfaatan (1.856 hektar), zona tradisional (1.340 hektar), zona rehabilitasi (365 hektar), dan zona khusus (738 hektar). Kebanyakan satwa berada di zona inti dan rimba.
Baluran juga memiliki hutan pantai, mangrove, hutan rawa asin, hutan payau, hutan hujan tropis pegunungan, hutan musim, padang lamun, dan gugusan terumbu karang.
Sejumlah ekosistem itu membuat Baluran memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Taman nasional ini dihuni setidaknya oleh 461 spesies flora, 28 jenis mamalia, dan 225 jenis burung. Belum lagi beragam jenis ikan dan reptil.
Namun, kekayaan flora dan fauna ini terancam tenggelam jika bumi Afrika di Jawa ini kehilangan identitasnya, yakni ekosistem savana. Inilah pergulatan akibat kekeliruan masa silam.

http://sains.kompas.com/read/2013/05/05/11553648/Baluran.Pergulatan.Africa.van.Java.di.Timur.Jawa