Wednesday, February 26, 2014

Final Reminder: Luyut invites you to Twoo

I found an exclusive and fun way to meet new people online: Twoo.com.
Read this mail in: Bahasa Indonesia, Nederlands, Javanese, Español, Français, and 32 other languages.

You received this mail because Luyut wants to connect with luyut471.1980@blogger.com on Twoo. Unsubscribe.
Luyut added you as a contact on Twoo and wants to connect.
Check out his profile and photos
Recent activity
Twoo is the most fun way to meet new people! As seen in:
Twoo
Don't want to receive these e-mails anymore? Click here. Massive Media Match NV, Emile Braunplein 18, 9000 Ghent, Belgium BE0537240636. info-en@twoo.com

Tuesday, February 18, 2014

Reminder: Luyut added you as a contact on Twoo and wants to connect

I found an exclusive and fun way to meet new people online: Twoo.com.
Read this mail in: Bahasa Indonesia, Nederlands, Javanese, Español, Français, and 32 other languages.

You received this mail because Luyut wants to connect with luyut471.1980@blogger.com on Twoo. Unsubscribe.
Luyut added you as a contact on Twoo and wants to connect.
Check out his profile and photos
Recent activity
Twoo is the most fun way to meet new people! As seen in:
Twoo
Don't want to receive these e-mails anymore? Click here. Massive Media Match NV, Emile Braunplein 18, 9000 Ghent, Belgium BE0537240636. info-en@twoo.com

Monday, February 10, 2014

Luyut left a message for you

Luyut left a message for you
Read this mail in: Bahasa Indonesia, Nederlands, Español, Français, العربية‏, and 32 other languages.
You received this e-mail because Luyut wants to connect with luyut471.1980@blogger.com on Twoo. Unsubscribe
Luyut left a message for you.
Check your message

You can instantly reply using our message exchange system.
Have fun!
Team Twoo
Twoo
Don't want to receive these e-mails anymore? Click here. Massive Media Match NV, Emile Braunplein 18, 9000 Ghent, Belgium BE0537240636. info-en@twoo.com

Thursday, January 30, 2014

MENGAPA ISTRI MUDAH MARAH SETELAH PUNYA ANAK


Jangan ragukan berapa besar rasa cinta para istri pada suami mereka, meski begitu tetap saja para istri sering merasa kesal dan marah pada suami mereka setelah memiliki anak. Rasa marah, kecewa, frustasi, kerap dirasakan para ibu pada suami mereka setelah kehadiran anak. Kebanyakan ibu mengaku kesal karena menganggap suami kurang membantu dalam pengasuhan anak. Dalam sebuah survei online yang dilakukan terhadap lebih dari 1.000 ibu terungkap sebagian besar wanita mengaku sering merasa marah pada suami mereka.

Ada yang marah beberapa kali dalam seminggu, ada pula yang marah hampir setiap hari! 

"Saya mencintai suami saya, tetapi punya anak telah mengubah hidup saya, membuat saya kehabisan energi, tapi suami seolah tidak terlalu peduli dan membantu," ungkap para ibu yang disurvei itu.

Alasan utama yang kerap membuat para ibu kesal adalah karena suami mereka tidak memahami kebutuhan dasar anak-anak. Misalnya, di rumah para ayah kerap bersantai-santai menonton televisi dan tidak mendengar rengekan anaknya yang ingin mengajak main di luar. Selain itu para ibu ini juga kesal karena para suami tidak bisa melakukan beberapa tugas pada satu waktu seperti halnya yang dilakukan para wanita.

Sebanyak 33 persen ibu yang disurvei mengatakan, sumber kemarahan mereka adalah karena para suami kurang peduli pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Kemarahan ini dirasakan paling besar pada ibu yang memiliki anak lebih dari dua orang. Sepertiga para ibu juga mengeluh rutinitas hidup mereka berubah banyak setelah memiliki anak. Namun hal itu tidak terjadi pada suami mereka. Para ayah ini tetap bisa melakukan hobi mereka, sementara para ibu harus lebih banyak tinggal di rumah untuk mengasuh anak.

Merusak kesehatan

Kemarahan, meski kecil, menurut pakar sosiologi Pepper Schwartz, bersifat korosif dalam pernikahan. "Ini seperti rayap yang akan berkembang biak menjadi sangat banyak. Jika rayap itu tak disingkirkan, suatu hari nanti tiang penyangga rumah tangga juga bisa lapuk," katanya. Rasa marah juga bisa meledak kapan saja. Jangan heran jika Anda merasa sangat marah pada suami hanya karena ia lupa mematikan lampu kamar mandi. "Itu merupakan bentuk dari rasa marah yang selama ini sedikit-sedikit dirasakan," katanya.

Menyimpan marah juga buruk bagi kesehatan. Saat kita marah, tubuh akan dibanjiri adrenalin. Jika ini sering terjadi, tubuh akan kehilangan kemampuan memproduksi hormon yang menahan efek buruk adrenalin. Dalam jangka panjang hal ini bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, mengganggu ginjal dan liver, dan membuat kita rentan depresi. 

Salah satu cara untuk melepaskan kemarahan adalah dengan bercerita dengan orang lain. Bisa dengan teman yang juga sudah menjadi ibu, dengan orangtua, dan tentunya dengan suami sendiri. Ungkapkan apa yang menjadi keberatan dan harapan Anda. Sampaikan secara detil sehingga suami mengerti keinginan Anda.


KENAPA ISTRI MUDAH MARAH

Jangan ragukan berapa besar rasa cinta para istri pada suami mereka, meski begitu tetap saja para istri sering merasa kesal dan marah pada suami mereka setelah memiliki anak. Rasa marah, kecewa, frustasi, kerap dirasakan para ibu pada suami mereka setelah kehadiran anak. Kebanyakan ibu mengaku kesal karena menganggap suami kurang membantu dalam pengasuhan anak. Dalam sebuah survei online yang dilakukan terhadap lebih dari 1.000 ibu terungkap sebagian besar wanita mengaku sering merasa marah pada suami mereka.

Ada yang marah beberapa kali dalam seminggu, ada pula yang marah hampir setiap hari! 

"Saya mencintai suami saya, tetapi punya anak telah mengubah hidup saya, membuat saya kehabisan energi, tapi suami seolah tidak terlalu peduli dan membantu," ungkap para ibu yang disurvei itu.

Alasan utama yang kerap membuat para ibu kesal adalah karena suami mereka tidak memahami kebutuhan dasar anak-anak. Misalnya, di rumah para ayah kerap bersantai-santai menonton televisi dan tidak mendengar rengekan anaknya yang ingin mengajak main di luar. Selain itu para ibu ini juga kesal karena para suami tidak bisa melakukan beberapa tugas pada satu waktu seperti halnya yang dilakukan para wanita.

Sebanyak 33 persen ibu yang disurvei mengatakan, sumber kemarahan mereka adalah karena para suami kurang peduli pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Kemarahan ini dirasakan paling besar pada ibu yang memiliki anak lebih dari dua orang. Sepertiga para ibu juga mengeluh rutinitas hidup mereka berubah banyak setelah memiliki anak. Namun hal itu tidak terjadi pada suami mereka. Para ayah ini tetap bisa melakukan hobi mereka, sementara para ibu harus lebih banyak tinggal di rumah untuk mengasuh anak.

Merusak kesehatan

Kemarahan, meski kecil, menurut pakar sosiologi Pepper Schwartz, bersifat korosif dalam pernikahan. "Ini seperti rayap yang akan berkembang biak menjadi sangat banyak. Jika rayap itu tak disingkirkan, suatu hari nanti tiang penyangga rumah tangga juga bisa lapuk," katanya. Rasa marah juga bisa meledak kapan saja. Jangan heran jika Anda merasa sangat marah pada suami hanya karena ia lupa mematikan lampu kamar mandi. "Itu merupakan bentuk dari rasa marah yang selama ini sedikit-sedikit dirasakan," katanya.

Menyimpan marah juga buruk bagi kesehatan. Saat kita marah, tubuh akan dibanjiri adrenalin. Jika ini sering terjadi, tubuh akan kehilangan kemampuan memproduksi hormon yang menahan efek buruk adrenalin. Dalam jangka panjang hal ini bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, mengganggu ginjal dan liver, dan membuat kita rentan depresi. 

Salah satu cara untuk melepaskan kemarahan adalah dengan bercerita dengan orang lain. Bisa dengan teman yang juga sudah menjadi ibu, dengan orangtua, dan tentunya dengan suami sendiri. Ungkapkan apa yang menjadi keberatan dan harapan Anda. Sampaikan secara detil sehingga suami mengerti keinginan Anda.