Thursday, January 20, 2011

RACUN PALING MEMATIKAN

Alkisah ada seorang pendekar muda yang berguru di sebuah hutan belantara dan terdapat banyak goa didalamnya.

Pada suatu hari sang pendekar muda mendapatkan amanat dari gurunya untuk menumpas penjahat yang telah lama mengganggu kehidupan rakyat di kerajaan seberang. Ia dibekali dengan sebuah pedang dan beberapa ramuan racun untuk membunuh para penjahat yang dimaksud oleh sang guru pendekar muda. Maka segeralah ia berangkat turun gunung keluar dari hutan belantara menuju ke kerajaan yang sedang diteror penjahat kejam.

Dalam perjalanan ia berjumpa dengan seorang tua renta berpakaian serba putih dengan rambut yang telah memutih seluruhnya, panjang terurai namun sepertinya orang tua ini merawat rambutnya dengan baik, karena tidak tampak wajah tuanya dan rambutnya pun tertata rapi sehingga kesan muda dan kuat masih melekat pada diri orang tua itu.

Setelah berbincang-bincang dengan sopan, sang pendekar muda mengetahui dengan pasti bahwa orang tua yang dijumpainya amatlah sakti dan bijaksana. Lalu karena ada sedikit keraguan apakah racun yang dibawanya pasti membunuh penjahat, maka ia memberanikan diri untuk meminta racun yang mungkin dikiranya jauh lebih mematikan dari racun yang dibawanya kepada orang tua berambut putih panjang itu.

Sang Pendekar: "Kakek yang bijak, sudilah kiranya memberikan petunjuk kepada saya dan kiranya berkenan berikanlah saya racun yang paling mematikan untuk membunuh para penjahat yang mengganggu kehidupan rakyat di kerajaan seberang."

Kakek: "Bukankah kamu sudah membawanya dari gurumu?"

Sang Pendekar: "Saya masih ragu dengan racun ini ampuh atau tidak untuk membunuh para penjahat itu. Apakah kakek dapat memberikan saya ramuan racun yang lebih mematikan???"

Kakek: "Ada"

Sang Pendekar: "Apa kek?"

Kakek: "Hati Manusia"

Sang Pendekar kemudian tersadar dan dalam hatinya akan membunuh para penjahat bukan dengan pedang atau racun yang dibawanya, tetapi ia akan membunuh pikiran jahat yang merasuk para penjahat dengan Hatinya yang Penuh Cinta. Sesampainya di kerajaan ia langsung menawarkan diri bergabung menjadi anggota komplotan penjahat dan sehari-harinya ia terus memberikan Hati yang Penuh Cinta kepada para penjahat hingga akhirnya pikiran jahat berangsur-angsur menjadi pikiran yang penuh kasih dan kerjaan menjadi aman, tenteram dan damai karena Racun Hati yang Penuh Cinta telah "membunuh" para "penjahat."

Be Happy Together :-)