Monday, April 2, 2012

7 Anjuran Warren Buffett Dalam Berinvestasi


Mungkin di antara kita ada yang baru memulai investasi, atau malah sudah berpengalaman lama. Apa pun itu, anjuran terkenal Warren Buffett berikut ini, yang dikutip dari buku The Essays of Warren Buffett oleh Lawrence Cunningham, bisa dijadikan bahan pertimbangan kita sebelum melakukan investasi.

1. Jangan berinvestasi pada sesuatu yang tidak kita pahami.
Setiap saham pasti dimiliki oleh sebuah perusahaan. Carilah informasi mengenai jenis perusahaan itu, siapa yang mengelolanya, dan apa kekuatan serta kelemahannya dalam industri di mana perusahaan itu beroperasi. Apa saja keunggulan kompetitif yang dimilikinya, sumber persediaan bahan baku, dan pasar utama yang dilayani oleh perusahaan tersebut. Itulah beberapa prinsip yang terus dipegang Buffett sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya pada saham sebuah perusahaan.

2. Pilihlah saham seolah kita mencari partner bisnis.
Fokuskan pencarian kita pada perusahaan yang dikelola dengan baik dengan lini bisnis yang sehat. Hal ini bisa didapat dari informasi yang diterbitkan perusahaan terkait dan laporan berita. Buffett berpendapat, "Carilah bisnis besar dengan perekonomian yang dapat dimengerti, mampu bertahan dan menggiurkan, serta dikelola oleh manajemen yang memiliki kemampuan dan berorientasi pada para pemegang saham.

3. Buatlah margin keamanan.
Belilah saham yang dijual dengan harga jauh di bawah nilai intrinsiknya dan belilah dengan harga semurah mungkin. Dalam usaha menentukan harga, saham tersebut haruslah diperdagangkan pada harga yang jauh di bawah nilai intrinsiknya. Buffett mengingatkan, "Jangan berinvestasi kecuali terdapat dasar yang cukup tepercaya bahwa harga yang dibayarkan secara substansial lebih rendah daripada nilai yang dihasilkan."

4. Kunci sukses dalam berinvestasi adalah dengan membeli kepemilikan bisnis yang sehat ketika harga pasar berada jauh di bawah nilai bisnisnya.
Secara umum, kita hanya perlu mengidentifikasi saham yang bagus dan berharga untuk diinvestasikan, lalu tunggu waktu yang sesuai untuk membeli. Lalu, kapan waktu yang baik untuk membeli sebuah saham?
Biasanya hal ini terjadi ketika sebuah pasar yang mengalami puncaknya sedang berputar ke arah bawah. Inilah saat ketika kebanyakan orang berjualan karena ketakutan bahwa pasar akan jatuh lebih jauh dan saham dijual seperti komoditas yang tidak diinginkan, sehingga orang-orang menjual apa pun selagi mereka bisa. Biasanya pada masa inilah saham yang bagus juga akan dijual bersamaan dengan saham yang buruk dan biasanya dengan harga yang sangat rendah. Inilah saat yang tepat untuk mulai memilih saham.

5. Bertahan dengan saham yang kita punya dengan kebijakan "sampai maut memisahkan kita", yaitu jual hanya ketika asas perusahaan berubah.
Peringatan Buffett ini sangat penting untuk diulangi: "Jika Anda tidak rela untuk memiliki suatu saham selama sepuluh tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama sepuluh menit."
Setelah melakukan keempat hal seperti yang telah dijelaskan pada artikel bagian 1, kita hanya perlu memonitor apakah perusahaan tersebut bekerja berdasarkan kualitas-kualitas yang dimilikinya. Oleh karena itu, jangan lakukan apa pun kecuali terjadi perubahan secara fundamental. Tahanlah saham yang kita punya selama kita perkirakan bisnisnya akan terus bekerja dengan baik dan perusahaan akan mampu meningkatkan nilai intrinsiknya pada tingkat yang memuaskan. Jangan terlalu aktif mengelola portofolio kita dengan memperdagangkannya keluar dan masuk pasar.

6. Jangan terlalu banyak melakukan diversifikasi, tetapi bersiaplah untuk bertaruh besar bila kita sangat yakin dengan perusahaan yang telah kita pilih untuk berinvestasi.
Rajutan investasi ala Buffett tidak meresepkan diversifikasi. Bahkan, prinsipnya mensyaratkan adanya konsentrasi. Menurutnya, kesuksesan investasi jangka panjang tidak bergantung pada kepemilikan sebuah portofolio yang terdiversifikasi, melainkan pada kesadaran diri bahwa seorang investor adalah pemilik bisnis. Dan bila kita percaya pada bisnis yang sahamnya kita beli, kita seharusnya ingin memiliki lebih banyak lagi saham perusahaan tersebut.
Jadi, alih-alih mengikuti kebijakan umum teori keuangan modern yang menyatakan untuk "tidak meletakkan seluruh telur dalam sebuah keranjang", Buffett mengatakan berulang-ulang apa yang ditulis Mark Twain dalam Pudd'nhead Wilson (1894): "Letakkan seluruh telur Anda pada satu keranjang-dan awasi keranjang tersebut."

7. Lihat penurunan pasar sebagai sebuah peluang untuk membeli karena biasanya selama masa itulah saham akan dijual pada harga yang sangat rendah.
Kondisi pasar yang mengalami penurunan drastis pada kenyataannya memberikan banyak kesempatan signifikan kepada investor untuk membeli lebih banyak saham pada harga-harga yang menarik. "Para investor jangka panjang akan mendapatkan keuntungan dari penurunan bursa saham sama seperti seorang pembeli makanan yang mendapat keuntungan dari turunnya harga-harga makanan," kata Buffett. "Jadi, ketika pasar terjun bebas-sebagaimana yang selalu terjadi dari waktu ke waktu-janganlah panik dan bersedih. Petiklah keuntungan sebesar-besarnya."

Sumber:
http://www.andriewongso.com/artikel/entrepreneur_corner/5104/7_Anjuran_Warren_Buffett_dalam_Berinvestasi_Bagian_2/