Friday, April 19, 2013

Ayutthaya (Situs Warisan Dunia)

Ayutthaya (Situs Warisan Dunia)

ayutthaya1

Sejarahnya Ayutthaya (nama lengkap: Phra Nakhon Si Ayutthaya) merupakan bekas Ibukota Kerajaan Siam yang hampir rata dengan tanah akibat masuknya aksi militer dari tentara Burma pada tahun 1767 yang menguasai daerah tersebut. Puing-puing reruntuhan candi dan pagoda di Ayutthaya adalah saksi dari kekejaman tentara Burma yang memusnahkan Ibukota Siam, melecehkan penduduknya, serta merusak karya seni yang tak ternilai harganya. Walaupun hanya tinggal reruntuhan dan beberapa bagian rusak parah, pesona Ayutthaya tidak pernah benar-benar hilang dan masih bisa dinikmati sampai saat ini. Dan pada tahun 1991 Ayutthaya ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Sebelumnya Ayutthaya pernah menjadi pusat perdagangan di Asia. Pada masa keemasannya, kota ini mendapat sebutan "Venesia dari Timur" dan dihuni lebih dari satu juta orang, menjadikan salah satu kota terbesar di dunia pada masa itu. Para saudagar dari Arab, China, Portugis, dan Belanda berbondong-bondong datang ke Ayutthaya untuk berdagang. Sangat disayangkan, kondisi seperti tidak lagi dirasakan akibat serbuan tentara Burma yang meluluhlantakan daerah ini.

Sisa reruntuhan Ayutthaya

Ayutthaya berjarak sekitar 80 kilometer dari Bangkok, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 2 jam untuk bisa sampai di Ayutthaya dengan menggunakan kereta api dari Bangkok Hua Lamphong Train Station. Hampir disetiap jamnya rute ini selalu tersedia, jadi Anda tak perlu khawatir menunggu lama-lama. Kereta paling pagi berangkat pukul 07.00 dan berakhir pukul 23.00. Tersedia 2 gerbong, pertama second class yang dilengkapi dengan AC dengan harga tiket sekitar 245 bath dan third class dengan tarif 20 bath saja. Sebaiknya Anda datang di pagi hari supaya bisa mengelilingi daerah sekitar Ayutthaya. Kawasan situs arkeolog Ayutthaya ini sangat luas jadi agak sulit untuk menjelajahinya dengan berjalan kaki. Namun tak usah khawatir, Anda bisa menggunakan tuk-tuk yang biasa manggkal di depan Chao Phrom Market. Tuk-tuk apabila di Jakarta dikenal seperti bajaj. Tuk-tuk ini bisa memuat sampai 6 penumpang. Pada dasarnya Tuk-tuk merupakan sarana utama transportasi di Ayutthaya. Biasanya sopir-sopir Tuk-tuk memasang harga sekitar 600 – 800 bath untuk kegiatan wisata sehari penuh. Tapi harga tersebut bisa Anda negosiasikan kembali dengan sopirnya.

Tuk-tuk dijadikan sebagai alat transportasi di Ayutthaya

Alternatif lainnya, Anda bisa menggunakan sepeda dengan mengeluarkan biaya sekitar 30 bath. Menyusuri keliling komplek Ayutthaya dengan sepeda memang lebih murah dibandingkan dengan tuk-tuk. Anda tak perlu khawatir untuk mengelilingi Ayutthaya dengan sepeda, karena medan yang ditempuh cukup ringan. Dan di pinggir jalan banyak pepohonan yang bisa dimanfaatkan untuk meneduh sejenak jika Anda merasa lelah. Untuk bisa menemukan para penyewa sepeda ini, Anda bisa menemuinya di sekitar Naresuan Road.

Sewa sepeda di Ayutthaya

Setelah lelah berkeliling di komplek bersejarah ini, mungkin Anda merasa lapar dan ingin bersantai sejenak. Chao Phrom Market bisa menjadi tujuan Anda selanjutnya. Terdapat pilihan menu makanan yang lebih beragam dari Bangkok. Mulai dari menu standar Thailand yang sering kita jumpai di restoran elite Jakarta, seperti Tom Yum Kung. Makanan yang bisa Anda temukan di Chao Phrom Market mulai dari makanan Thailand, Malaysia sampai China seperti Chicken Hainan dan Peking Duck bisa Anda jumpai di sini. Keanekaragaman makanan ini mungkin menjadi warisan ketika Ayutthaya masih menjadi pusat perdagangan internasional pada eranya dulu.

Bila Anda ingin mencari penginapan di daerah sekitar Ayutthaya, Anda bisa mencarinya di sekitar Naresuan Road dan Chao Phrom Market yang merupakan pusat akomodasi murah untuk para backpacker. Ada banyak pilihan hostel atau guesthouse di wilayah ini, jadi Anda tak perlu melakukan reservasi dari jauh-jauh hari. Sebut saja Baan Suan Geust House di Jakrapard Road, lokasinya dekat dengan situs-situs Arkeolog lainnya yang menjadi obyek wisata di kawasan Ayutthaya. Untuk tarif single room dan double room sekitar 150 dan 250 bath. Apabila Anda memilih kamar yang dilengkapi dengan AC dan TV tarifnya bisa sekitar 350 bath. Dan masih banyak lagi pilihan penginapan dengan harga yang terjangkau.

Baan Suan Guest House, salah satu penginapan di Ayutthaya

Menghabiskan liburan di tempat yang bersejarah seperti di Ayutthaya ini memang memberikan kesan tersendiri bagi pengunjungnya. Selain menambah wawasan, berwisata seperti ini tak kalah seru dan menarik. Apakah Anda sudah siap mengunjungi kawasan yang menjadi situs warisan dunia ini?

From: http://ezytravel.co.id/blog/ayutthaya-situs-warisan-dunia.html