Friday, September 18, 2015

5C Quality

Petikan dari Buku “There are Always CHANCES Selalu Ada Kesempatan” Page 14-17

Ada istilah populer di Singapura yaitu 5C. Semua C ini sifatnya duniawi, ibaratnya hanya sekejap mata berkedip. Apa saja sih 5C itu?

1.         Certificate : punya sertifikat Sarjana, Master, atau Doktor. Untuk beli rumah ada sertifikat, bahkan jadi Guru Zen pun ada yang bertanya-tanya apakah punya sertifikat atau tidak. Ada orang yang sampai gantung diri meninggal sia-sia gara-gara Rektor memberi vonis dia tidak bisa wisuda karena proyek helikopter mini belum sempurna dibuat sebagai pra-syarat kelulusan di kuliah tekniknya.

2.         Condominium : rumah yang dibeli sendiri, bukan hadiah atau subsidi pemerintah. Semua bangunan milik sendiri, dibangun dengan desain dan tukang yang dibayar sendiri.

3.         Car : mobil dan/atau sepeda motor yang dibeli sendiri dan selalu haus untuk berganti model, warna, fitur-fitur, dan sebagainya. Bahkan ada yang sudah punya sepeda motor sudah bagus dari pabriknya masih diakalin mati-matian diganti ban, ganti lampu, ganti jok, ganti klakson, ganti stiker, ganti bodi, ganti rantai, mungkin sampai ganti mesin! Habis puluhan bahkan ratusan juta hanya untuk benda yang tidak bisa dipakai ratusan tahun. Hadeeeh !!!

4.         Credit Card : mempunyai kartu kredit. Kalau tidak punya kartu kredit merasa gengsi dianggap orang tidak ngerti keuangan dan kurang pergaulan. Ada pula yang menjadi budak kartu kredit karena mempunyai banyak sekali kartu kredit. Bisa jadi semua bank besar ia miliki kartu kreditnya. Boleh-boleh saja punya kartu kredit, tapi harus dikelola dengan baik agar penggunaan benar-benar ditujukan untuk kebutuhan, bukan sekadar memenuhi gengsi gaya hidup saja.

5.         Club : mengikuti keanggotaan prestisius, misalnya agar di bandara bisa menunggu di ruangan khusus, ikut klub mobil mewah tapi lebih sering menghabiskan bahan bakar untuk touring alias sekadar jalan-jalan. Memang sah-sah saja, tapi ingatlah semua itu tidak akan dibawa serta setelah nafasnya putus selama-lamanya.

Zaman sekarang, Anda malah butuh C yang Ke-6: Anda mesti kelihatan cute-imut. Makin imut, makin besar peluang Anda.

Lalu apakah yang 5C meditasi Chan?

1.        CLARITY : Kejernihan. Sesungguhnya ini bukanlah masalah apa yang Anda miliki yang memberi Anda kesempatan, namun sejernih apa Anda, sesadar apa, sebanyak apa Anda ketahui. Seberapa jernih kita, sekadar itulah kita memahami. Makin kita memahami, makin banyak yang kita ketahui. Kejernihan itu adalah kedalaman dan cakupan hal yang kita lihat. Lalu, dengan kejernihan kita akan menjadi lebih tenang (calm).

2.        CALM : Ketenangan. Ini mencerminkan kekuatan dan keseimbangan. Ketika kita tidak punya ketenangan, kita mudah terusik oleh lingkungan di luar dan emosi negatif di dalam. Jadi untuk bisa mencapai tujuan Anda, kita perlu menjadi jernih dan tenang di dalam agar bisa mengatasi masalah perbedaan, rintangan. Anda sukses dengan ketenangan jika Anda tidak terpengaruh, namun itu saja tidak cukup.

3.        COMPASSION : Kewelasan. Kadang dalam upaya untuk mencapai tujuan, kita terlalu keras dan kita terlalu memaksakan diri kita sendiri. Jadi kita harus memiliki kewelasan bagi diri kita sendiri sehingga Anda mencapai kejernihan bagi diri Anda, hubungan Anda. Jadi untuk mencapai tujuan kita dalam hidup, kita harus realistik terhadap tujuan itu sendiri. Pemahaman itulah yang dibutuhkan agar selama kita mencapai tujuan kita tidak menjadi terlalu fokus, terlalu keras atau memaksakan diri sendiri, melupakan diri sendiri, sehingga melukai diri kita atau orang lain. Karena itulah kita memerlukan kewelasan, terhadap diri sendiri dan orang lain.

4.        CULTIVATION : Pengembangan. Setelah kita Jernih, Tenang, dan penuh Kewelasan; Kita memerlukan pengembangan dengan ketekunan dan upaya. Apa maksudnya pengembangan itu? Kata ini berasal dari kata cultivar yang ibaratnya seperti menumbuhkan padi. Sama seperti benih padi yang tumbuhnya memerlukan berbagai faktor, misalnya: debit air, jenis pupuk, kondisi tanah, dan sebagainya. Pengembangan ini membutuhkan kesabaran. Zaman ini sepertinya banyak sekali yang serba instan, seperti: mi instan, kopi instan, teh instan, bahkan sampai bubur sudah ada yang instan. Kita ingin sukses secara instan. Kita ingin pencerahan secara instan. Untuk mencapai itu, kadang kita lupa bahwa kita membutuhkan faktor kesabaran. Dalam proses pengembangan, kita mesti memiliki kesabaran. Kesabaran juga memiliki kualitas lain yang disebut ketabahan atau kerelaan mencoba lagi dan lagi dan lagi. Secara bertahap kita akan terus maju. Berkembang setahap demi setahap. Menuju yang terakhir yaitu Kesempurnaan (Completeness-Lengkap secara Penuh).

5.        COMPLETENESS : Kesempurnaan. Sering kita sebut dengan lingkaran atau pusat, pusat kehidupan. Apakah yang ada di dalam dan di luar lingkaran ini? Dalam Chan atau Zen kita sering melihat gambar lingkaran. Kita memulai perjalanan dari sudut 0 derajat dan saat kita sudah melintasi satu lingkaran penuh 360 derajat, kita kembali ke 0 derajat. Jadi, apakah Anda kembali ke titik yang sama atau berbeda?

Apa yang membuat hidup kita itu penuh? Sering kita berpikir bahwa agar hidup kita penuh, kita perlu memiliki makin dan makin banyak. “Kalau saja mobil saya lebih baik, rumah saya lebih besar, kalau saja rumah saya lebih besar maka saya akan lebih bahagia, kalau saja… kalau saja… kita berharap, berharap, padahal harapan itu ada pada masa depan.”

Jadi, apa yang membuat hidup kita penuh? Seperti segelas air, kita harus mengisi terus kehidupan kita dan sampai satu ketinggian tertentu kita berhenti. Saat itu kita bisa mengatakan bahwa gelasnya setengah kosong atau setengah penuh.

Ketika baru-baru ini ada resesi ekonomi banyak orang berinvestasi pada perusahaan yang kemudian bangkrut. Banyak orang terpengaruh kejadian itu dan mengalami depresi. Banyak orang mengeluhkan seberapa banyak kerugian atau harta mereka yang hilang.

Kehidupan itu seperti segelas air. Kita bisa melihatnya setengah kosong atau setengah penuh. Itu semua bergantung dari cara kita memandangnya. Apakah kehilangan atau masih memiliki.

*******
Aji Nugroho, S.Ag. | Kubu Brother in Law at Jl. Cargo Permai No. 88X Denpasar, Bali | Tuesday, August 25, 2015 | 9:42 PM